


Lapas Kelas I Medan Sukses Fasilitasi Penelitian Disertasi Alopesia: Dr. Monalisa Manik Sampaikan Terima Kasih kepada 50 Warga Binaan
Medan, INFO_PAS – Lembaga Pemasyarakatan (Lapas) Kelas I Medan memfasilitasi pelaksanaan penelitian ilmiah bernilai tinggi yang melibatkan Warga Binaan Pemasyarakatan (WBP). Kegiatan ini ditandai dengan agenda penutupan dan penyampaian ucapan terima kasih atas kontribusi penuh 50 orang WBP yang menjadi subjek penelitian dalam rangka penyusunan Disertasi dr. Monalisa Manik, M.Ked, Sp. DVE, Sabtu (23/06/2025).
Penelitian tingkat doktoral yang dilaksanakan di Lapas Kelas I Medan ini mengangkat judul ilmiah yang sangat spesifik, yaitu: “Pengaruh Serum Nanotransfersom Ekstrak Biji Kecipir (Psophocarpus tetragonolobus (L.) Terhadap Pertumbuhan Rambut Pada Alopesia Androgenetik Pria: Kajian Pada Vascular Endothelial Growth Factor, Insulin-Like Growth Factor 1 dan Dihidrotestosteron”.
Kegiatan penutupan diawali dengan sambutan sekaligus laporan singkat jalannya riset dari dr. Monalisa Manik, M.Ked, Sp. DVE selaku peneliti utama. Dalam pemaparannya, beliau menjelaskan bagaimana parameter-parameter ilmiah seperti Vascular Endothelial Growth Factor (VEGF), Insulin-Like Growth Factor 1 (IGF-1), dan Dihidrotestosteron (DHT) dikaji secara mendalam untuk mengatasi masalah kebotakan (alopesia androgenetik) pada pria menggunakan serum nanotransfersom ekstrak biji kecipir.
Selanjutnya acara dilanjutkan dengan sambutan hangat dari Kepala Lapas (Kalapas) Kelas I Medan, Fonika Affandi. Dalam arahannya, Fonika Affandi menyampaikan apresiasi yang luar biasa atas dipilihnya Lapas Kelas I Medan sebagai tempat penelitian klinis yang sangat kredibel ini.
“Kami sangat mendukung penuh program kerja sama akademis seperti ini. Keterlibatan para warga binaan dalam riset medis tidak hanya membantu perkembangan ilmu pengetahuan di bidang dermatologi, tetapi juga memberikan pengalaman dan edukasi kesehatan yang berharga bagi mereka,” ujar Kalapas Kelas I Medan, Fonika Affandi.